Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Corona dan Covid-19 ternyata Beda, Ini Penjelasannya!


SELAMA ini, mungkin banyak pihak termasuk penulis sendiri berpikiran atau berpendapat bahwa virus Corona itu identik atau nama lain dari covid-19. Ternyata pikirin atau pendapat tersebut selama ini keliru.

Ada perbedaan yang cukup mendasar dari kedua makna atau nama yang saat ini menjadi bahan perhatian serius oleh negara-negara hampir di seluruh dunia.

Lalu, apa yang menjadi perbedaan sebenarnya antara virus corona dengan covid-19?

Dilansir detikcom, yang menjadi perbedaan mendasar dari kedua nama tersebut adalah tentang pelabelannya. Dalam hal ini, corona adalag nama virus, sedangkan covid-19 adalah nama resmi untuk penyakit yang diakibatkan virus tersebut.

Masih dilansir detikcom, adalah Kepala Organisasi Kesehatan Dunia, WHO resmi menamai penyakit akibat  virus Corona itu dengan nama Covid-19.

"Kami sekarang memiliki nama untuk penyakit ini dan itu Covid-19," kata ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada wartawan di Jenewa, seperti dikutip AFP, Selasa (11/2/2020).

Jelas Tedros Covid-19 itu adalah singkatan dari Co berarti corona, Vi artinya virus dan D adalah penyakit atau desease. Nama itu dipilih, menurutnya guna menghindari referensi ke lokasi geografis tertentu, spesies hewan atau sekelompok orang sesuai dengan rekomendasi internasional untuk penamaan agar menghindari stigmatisasi.

Nah, itu sebenarnya yang membedakan kedua nama yang saat ini menjadi trending topic dunia. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi kita semua.

Indonesia Akhirnya Positif Virus Corona

Dalam sub judul di atas, sengaja penulis membubuhkan kata "akhirnya", mengingat selama ini pemerintah dalam hal Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto selalu berkoar bahwa tidak atau belum terkomfirmasi positifnya warga negara Indonesia (WNI) oleh virus yang ditemukan di Wuhan, Provinsi Hubei, China Desember 2019 lalu ini karena masyarakat di tanah air kebal terhadap penyebaran wabah virus corona.

Kekebalan atau daya tahan tubuh yang kuat tersebut menurut Terawan tidak lepas dari kekuatan doa.

Pernyataan Terawan ini memang dianggap cenderung kontroversi oleh sejumlah kalangan. Sebab, apapun dalihnya doa dinilai tidak ada hubungannya dengan dunia medis atau kesehatan. Meski waktu itu faktanya memang di Indonesia atau tepatnya WNI yang tinggal di tanah air belum ada seorang pun yang terkomfirmasi positif terinfeksi virus corona.

Kenyataan ini jelas berbanding terbalik dengan puluhan negara lainnya yang sudah mengkomfirmasikan bahwa di negara mereka telah positif ada warganya yang terinfeksi virus yang telah menelan ribuan korban jiwa tersebut.

Bahkan, sebagian diantaranya adalah negara-negara maju. Sebut saja Italia, Korea Selatan bahkan Jepang.

Tapi pada akhirnya, bangsa Indonesia pun setali tiga uang dengan negara-negara lainnya, ternyata tidak luput dari penyebaran virus corona.

Kepastian terkomfirmasi positifnya Indonesia terinfeksi virus corona disampaikan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Senin (2/3/2020).

Menurutnya ada dua WNI yang positif terinfeksi virus corona. Belakangan diketahui bahwa dua orang WNI ini adalah warga Kota Depok, Jawa Barat. Keduanya adalah perempuan berumur 61 dan 31 tahun.

Dilansir Kompas.con, dua wanita asal Depok ini tertular oleh warga negara Jepang yang tinggal di Malayasia, saat yang bersangkutan berkunjung ke Kota Depok.

Dengan adanya dua WNI positif terinfeksi virus corona ini juga sekaligus memupus anggapan bahwa masyarakat Indonesia kebal terhadap penyebaran wabah virus corona. Terimakasih

Salam











6 komentar untuk "Corona dan Covid-19 ternyata Beda, Ini Penjelasannya!"

DomaiNesia