Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Menabur Sejumput Benih Rindu

Menabur Sejumput Benih Rindu. Gambar diolah dari Pexels

Di sepetak ladang kosong, aku berniat menumbuhkan segerombol pohon cinta. Sejumput benih rindu telah kusiapkan. Sudah kusemai. Juga selesai kudiamkan dalam dua minggu masa penantian.

Rasanya indah. Begitulah. Ketika sang surya menggairahkan stomata, ketika itu pula benih rinduku mengakar dari bawah tanah.

Sebagaimana pohon beringin tua, aku harus kokoh dari bawah. Memahami kegetiran mencintaimu. Bertumbuh dan bertunas sembari melihatmu sebagai bianglala.

Saat dua purnama berlalu, barangkali sepiku adalah hama, dan sepimu adalah benalu. Tapi tak mengapa. Dekapku dan dekapmu itu harsa. Kita tetap bisa bertumbuh dan berbunga.

Sejumput benih rindu. Kutaburkan tanpa sesal. Bukan setengah, melainkan seutuh setulus harap kepada Sang Kuasa.

Biarkan aku dan dirimu berbunga lalu berbuah. Rindu kita jangan tumbang. Tetaplah seperti jagung yang enggan untuk candala.

Curup, 14 Oktober 2020

Nulis Bersama
Nulis Bersama Ruang berbagi cerita

Posting Komentar untuk "Menabur Sejumput Benih Rindu"

DomaiNesia