Sahabat, Kulihat Kedalaman Jiwamu
![]() |
| Almarhum Abdul Azis. Sumber Foto: Kompasiana |
Mungkin aku tak begitu mengenalmu
Namun lewat goresan penamu
Kau melukiskan jiwamu begitu rupa
Bahwa kau adalah seorang lelaki yang lembut
Seperti halimun pagi yang turun ke bumi
Sahabat..
Diantara pujangga yang kubaca untaian kata
Kau adalah jiwa yang bertanya tentang dunia
Apakah persahabatan itu hanya dalam irama
Bunyi syahdu perkenalan dan saling sapa
Atau lebih dalam lagi tentang ikatan rasa
Bahwa kita saling memahami jiwa-jiwa
Wahai pujangga..
Kulihat kedalaman jiwamu
Melalui syair dan sajak yang kau khabarkan
Tentang dirimu yang selalu mencari,,
Kesejatian tentang luka dan cinta yang penuh tanda tanya
Apakah saling bertaut atau saling memisahkan
Apakah waktu berada diantara keduanya..
Atau bagian misteri yang menjadi tanda tanya baru..
Sahabatku Sang Pujangga...
Aku tak tahu apakah kau menemukan jawaban..
Atas segala pertanyaan-pertanyaan dan misteri..
Dibalik kedalaman jiwamu yang halimun itu
Bahwa kata dan kalimat dalam goresan penamu
Mengabarkan luka ataukah mempertanyakan cinta
Bagiku...halimun itu selalu menyentuh setiap pagi
Meskipun perlahan menjadi bayang-bayang..
Dan selalu meninggalkan tanda tanya dan kegelisahan
Tapi yang kupahami..engkau telah memberi kelembutan pagi..
Selamat jalan Sahabatku..Wahai Pujangga..
Semoga engkau tenang berselimut halimun
Di Nirwana...
Catatan: Puisi ini ditujukan untuk Sahabat Abdul Azis, Seorang pujangga muda belia dari Kediri, yang dikenal melalui goresan pena di dunia maya. Semoga kau tenang di sisiNya...

Posting Komentar untuk "Sahabat, Kulihat Kedalaman Jiwamu"