Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Godaan Itu Bernama, "Penyelesain Proyek selama Bulan Puasa"

 

Gambar gedung di bawah terik matahari adalah dokumen pribadi
Proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Daerah, umumnya, digelontorkan mulai pertengahan tahun sampai dengan menjelang akhir tahun. Waktu yang juga “ramai proyek” adalah menjelang bulan puasa, kendati biasanya nilainya jarang sebesar proyek di pertengahan tahun.

Mengapa proyek-proyek dikeluarkan menjelang bulan puasa dengan target penyelesaian mendekati tanggal hari raya?

Menurut kabar selentingan, dari nyaris setiap proyek akan “menetes” sejumlah upeti. Nah upeti itulah yang merupakan “THR” bagi pihak-pihak berkepentingan.

Bagaimana membuktikannya? Sulit!

Praktik suap, komisi, ataupun gratifikasi dilakukan secara rapi oleh pemborong kepada oknum aparat. Tidak bakal ada sepotong tanda terima.

Suatu ketika saya pernah memberikan upeti sebesar Rp 150 juta, sebagai upah dari konsorsium kepada dua oknum pejabat. Rendezvous dilakukan setelah waktu shalat tarawih, pada sebuah kompleks perumahan yang tidak terurus, sehingga cukup “aman” untuk bertransaksi uang gelap dalam kegelapan.

Setelah saling berjumpa, saya menyerahkan kantong kresek hitam berisi uang kepada oknum yang tidak turun dari mobil. Tanpa tanda terima! 

Segera sesudahnya, kami saling berpisah, ke arah saling berlawanan. Itu baru salah satu cara. Praktik suap menyuap semacam itu sudah menjadi rahasia umum.

Bukan itu yang dibahas di dalam artikel ini, tetapi ihwal penyelesaian proyek yang sebagian akan bersinggungan dengan waktu puasa.

Selama pengerjaan di bulan puasa, banyak godaan yang mencederai kekhusyukan, bahkan berpotensi membatalkan puasa, di antaranya:

  • Merasa pekerjaan lebih berat. Padahal sama saja dengan hari biasa, dihitung dari segi bobot dan kualitas, meski durasinya relatif lebih pendek.
  • Terik matahari dirasa terlalu menyengat. Keinginan minum kian kuat.
  • Temperamen tidak terkendali saat mengawasi pekerja. Demikian gampang naik darah, ketika melihat hal yang tidak sesuai dengan kehendak.
  • Lebih emosional ketika berhadapan dengan oknum wartawan, ormas, pengawas, aparat, dan sebagainya.
  • Mudah membaui aroma yang dapat membatalkan, seperti uap kopi mengepul, gorengan tempe, asap rokok.
  • Perbuatan yang sejatinya tidak pantas dilakukan, semisal menyuap oknum pegawai dinas.

Itulah godaan-godaan yang sulit dihindari ketika terlibat di dalam kegiatan proyek konstruksi. Namun syukurlah, dua kali Ramadhan terakhir saya sudah tidak ikut proyek pemerintah.

Sekarang, ada keterbatasan fisik yang membuat saya tidak bisa aktif lagi dalam dunia proyek. 

Alhamdulillah.


Nulis Bersama
Nulis Bersama Ruang berbagi cerita

Posting Komentar untuk "Godaan Itu Bernama, "Penyelesain Proyek selama Bulan Puasa""

DomaiNesia