Ini Hal-hal yang Dapat Membatalkan Puasa
Pada bulan-bulan awal tahun, kantor Pemerintahan Daerah cenderung sepi. Kegiatan perkantoran berlangsung seperti biasa, tetapi situasi sepi diakibatkan tiadanya pemborong mengurus proyek.
Berbeda keadaannya, ketika menjelang dan selama bulan puasa sampai dengan mendekati lebaran Idul Fitri. Tempat parkir di sekitar kompleks perkantoran Pemda disesaki berbagai kendaraan para kontraktor. Pada saat itu mereka berusaha mendapatkan jatah proyek-proyek sedang digelontorkan.
Berdasarkan pengalaman, proyek-proyek "sengaja" digulirkan menjelang lebaran, demi mendapatkan "tetesan-tetesan" anggaran. Sudah menjadi rahasia umum, dari setiap nilai proyek ada upeti untuk oknum aparat serta pihak berkepentingan dengan proyek. Gratifikasi, uang sogokan, dan biaya kontrak tersebut merupakan "THR" tidak resmi bagi aparat yang terlibat dengan urusan proyek.
Namun bukan itu perkara yang akan diulas di dalam artikel ini.
Pengerjaan proyek umumnya mengambil bagian waktu terbesar di bulan puasa. Energi yang dikeluarkan untuk itu sama dengan tenaga yang dikerahkan untuk proyek yang berlangsung di luar bulan ramadhan.
Kecukupan asupan energi tetap dibutuhkan. Sementara makan minum terakhir hari itu adalah pada waktu sahur. Makan lagi nanti ketika adzan Maghrib berkumandang.
Badan lelah, perut lapar, tenggorokan kering ditambah matahari memancar garang pada siang bolong, membuat penciuman sangat tajam. Aroma kopi tubruk dan tembakau dari jarak jauh terendus di bedeng proyek.
Setelah kenyang menyantap makan siang, tukang dan mandor yang sedang beristirahat mengepulkan asal sambil menyeruput kopi. Ya! Sebagian pekerja ternyata tidak puasa.
Alasannya, "butuh tenaga besar untuk mengerjakan proyek. Perlu asupan cukup."
Setelah cukup mendebatkan pendapat antara pentingnya puasa dan perlunya asupan kalori untuk tenaga, saya minta segelas kopi hitam, gorengan, dan sebatang rokok. Maka batallah puasa saya hari itu.
Mengecualikan pembahasan secara agama, di mana pengetahuan saya tentangnya amatlah buruk, menurut hemat saya ada beberapa hal penyebab batal "dengan sengaja" pada saat berlangsungnya proyek, yakni:
- Godaan luar biasa, ketika badan mengeluarkan ekstra energi sambil dipanggang sinar matahari.
- Bagi penggemar, harum kopi dan asap rokok menguar dapat meruntuhkan iman.
- Berhadapan dengan pihak-pihak yang menaikkan emosi, seperti: oknum aparat pemeriksa, wartawan abal-abal, ormas, preman.
- Sekali batal, akan sulit bagi kita untuk berpuasa pada hari-hari berikutnya.
Pada galibnya, godaan-godaan pembatal puasa itu merupakan riak-riak kecil yang seharusnya bisa diatasi. Buktinya, setelah puasa saya batal, ternyata tidak juga dilanjutkan dengan makan berat. Tidak bernafsu.
Setelahnya hanya ada rasa penyesalan yang sangat mendalam. Walaupun hari itu dilanjutkan dengan tidak memakan apa-apa lagi, puasa telah batal. Memang puasa adalah ibadah yang bersifat pribadi, tetapi cukup memukul perasaan dengan penyesalan tidak berkesudahan.
Berkaca kepada kejadian di atas, saya memastikan, bahwa pada saat badan kita sehat wal-afiat, tiada hal yang dapat dijadikan alasan untuk membatalkan puasa. Tidak ada. Kecuali perihal yang telah ditetapkan di dalam tuntunan yang kita yakini.
Sebaiknya teguhkan imam untuk konsisten menjalankan ibadah puasa. Mengenai imbalan dan pahala, kita berserah semata-mata kepada ridha Allah.
Selamat menjalankan ibadah puasa.
Posting Komentar untuk "Ini Hal-hal yang Dapat Membatalkan Puasa"