Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Melihat Hantu karena Puasa yang Berlebihan

Gambar oleh Lumina_obscura dari pixabay.com

Sempat melihat makhluk-makhluk bergentayangan, setelah saya melakoni puasa secara berlebihan. Apakah kejadian itu sebuah halusinasi atau bukan? Sampai saat ini saya tidak bisa menjelaskannya.

Sesungguhnya tentang puasa telah diatur di dalam kitab-kitab sesuai kepercayaan masing-masing. Misalnya, muslim mengenal puasa wajib di bulan Ramadhan dan puasa Sunnah. Barangkali di kepercayaan lain diatur jenis berbeda.

Seorang kawan menjalankan laku puasa dengan tidak memakan daging selama 40 hari. Di lain waktu ia tidak mengonsumsi makanan yang digoreng selama 30 hari. Di luar itu tidak memakan daging atau bahan digoreng, ia makan dan minum seperti biasa.

Lain lagi, terinformasi ada 17 jenis dan tata-cara puasa di kepercayaan Kejawen. Dikutip dari laman krjogja.com, masyarakat penganut kepercayaan ini mengenal banyak lakon puasa, di antaranya:

  1. Puasa untuk memperoleh kesaktian, kekebalan, kewibawaan, pengasihan, kesuksesan, dan keinginan lain.
  2. Puasa Mutih, bagi mereka yang ingin memiliki ilmu gaib maupun mendapatkan keberhasilan dalam usaha.
  3. Puasa Pati Geni, yaitu dengan cara berdiam diri di dalam ruangan tertutup tanpa penyinaran sama sekali, digunakan untuk maksud agar terkabulnya hajat yang luar biasa.
  4. Puasa Ngeluwang, pelakunya dipendam sampai ke bagian tubuh tertentu.
  5. Puasa Weton, dilakukan untuk membuang sial.
  6. Puasa Ngeruh, tidak memakan bahan pangan dari makhluk bernyawa (hewan).
  7. Puasa Ngelowong, yaitu tidak makan minum selama waktu tertentu dan tidur 3 jam saja dalam 24 jam.
  8. Puasa Ngrowot, puasa di mana saat sahur dan buka hanya makan buah.
  9. Puasa Nganyep, hanya mengonsumsi makanan tanpa perasa alias apa adanya tanpa ditambah garam, gula, penyedap, bumbu, dan sebagainya.
  10. Puasa Ngebleng, dilakukan untuk mengabulkan keinginan dan menguatkan jiwa, dengan tidak makan minum selama 3 hari 3 malam tanpa jeda.

Nah, salah satu puasa yang pernah saya jalani adalah Puasa Ngebleng. Sebetulnya waktu itu saya tidak memahami istilah tersebut. Pokoknya ada kawan yang mengajak puasa 3 hari 3 malam penuh.

Hari pertama, rasanya biasa saja, tetapi tiadanya waktu buka cukup menyiksa, 24 jam tanpa makan minum.

Hari kedua, badan mulai berasa melayang. Juga sulit tidur. Alhasil pada malam itu mata nyaris melek. Hari itu pun dimulai tanpa sahur.

Hari ketiga, badan mulai berasa panas, padahal semestinya tidak ada pembakaran di tubuh. Sudah 48 jam tidak diisi apa-apa. Saya mulai melihat sosok tidak berbentuk melayang-layang di langit-langit rumah. Bukan seperti hantu seperti sering digambarkan, malahan ia (atau mereka?) sama sekali tidak menakutkan. Partikel, atau partikel-partikel, tersebut bergerak lincah dan lembut, seperti cahaya samar bergerak-gerak. Sampai saat ini saya tidak bisa mengidentifikasi, apakah itu halusinasi atau bukan.

Saat itu dan saat-saat setelahnya, saya bisa mengetahui bahwa seseorang dikenal akan datang ke rumah, dengan menggambarkan warna baju beserta detilnya. Pada hari berikutnya, saya bisa membaca pikiran atau mengetahui latar belakang orang lain, meski baru saya kenal. Pengetahuan itu saya peroleh dari bayangan, seperti pemutaran film di sekitar orang itu. Tidak begitu jelas, namun interpretasi saya menegaskan gambaran tersebut.

Lama-kelamaan saya merasa khawatir laku itu mengarah ke musyrik, maka saya tidak melanjutkannya.

Jangan ditiru ya!


Nulis Bersama
Nulis Bersama Ruang berbagi cerita

Posting Komentar untuk "Melihat Hantu karena Puasa yang Berlebihan"

DomaiNesia