Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Sendiri Jalan Kaki Menempuh Jarak Jauh

Ilustrasi berjalan kaki oleh josealbafotos dari pixabay.com
Ilustrasi berjalan kaki oleh josealbafotos dari pixabay.com

 Tanpa rencana, tanpa tujuan, pada tanggal 12 April lalu, secara impulsif Jesse Larios (33) berjalan kaki dari Los Angeles ke San Francisco (644 km), dengan mengenakan kostum boneka beruang rancangan sendiri.

Perjalanan santuy itu diabadikannya dalam akun GoFundMe yang kemudian dibanjiri sumbangan. Sampai hari Rabu (21/4/2021) tercatat uang masuk mencapai 7.100 dolar AS (Rp 103,5 juta). Larios akan mendonasikan seluruh perolehan tersebut kepada yang berhak.

Kalau dihitung-hitung, perjalanan itu menempuh waktu kurang lebih 128 jam, di luar waktu istirahat/tidur dan makan.

Hitungan itu berdasarkan pengalaman saya sendiri, ketika berjalan kaki di pulau Bali, dari Nusa Dua menuju Seminyak.

Dalam rangka piknik? 

Bukan! Kejadiannya tidak sengaja. Tanpa rencana, tapi ada satu tujuan: pulang.

Begini ceritanya.

Saat bujangan, saya menjadi penyelia sebuah restoran di Sanur, Bali. Saya tinggal (kos) di Seminyak. Setiap hari melakukan perjalanan menggunakan angkutan umum (Elf) dari jalan Imam Bonjol ke Sanur, pergi pulang. Bekerja dari siang hari sampai jam 9 malam.

Suatu malam, saya naik Elf, duduk di depan bersama sopir. Gabungan lelah dan semilir AC (angin cendela) membuat rasa kantuk mendera. Belum setengah perjalanan, mata terpejam. Pulas.

Terbangun manakala sopir Elf mengguncang bahu saya.

“Sudah sampai. Ini tujuan terakhir.”

Nyawa belum seluruhnya terkumpul. Terpegun. Pandangan nanar berkeliling.

“Di mana ini Pak?”

“Tujuan terakhir. Terminal Nusa Dua.”

“Wah. Saya terlewat tujuan. Ada kendaraan balik?”

“Ini Elf terakhir,” kata sopir sembari membuka pintu mobil.

Saya beringsut turun. Menarik napas panjang dan menetapkan tujuan. Jalan kaki.

Sebetulnya bisa saja saya menunggu taksi. Namun persediaan uang untuk membayarnya ada di kamar kos. Itu pun untuk bertahan sampai gajian.

Apa boleh buat.

Selama tiga jam lebih saya berjalan kaki, menyusuri tepi jalan Nusa Dua yang sepi. Segala macam gerutu sampai dengan lamunan berkeliaran di kepala. Pada tengah malam saya berkeringat.

Peristiwa terlewatkan tujuan itu harusnya bisa dicegah:

  1. Andai saja saya sabar dan tidak tertidur di angkutan umum.
  2. Andai saja saya mengkomunikasikan kepada sopir tujuan sebenarnya.
  3. Andai saja saya memiliki kecukupan uang untuk naik taksi.
  4. Andai, andai, dan hanya andai ....

Banyak berandai-andai membuat perjalanan terasa kian berat. Ia merupakan beban yang harus disingkirkan.

Maka satu-satunya jalan, adalah membunuh keluh dan menikmati petualangan dalam peluh.

Akhirnya, jalan kaki sejauh 15,5 kilometer selama 3 jam diselesaikan dengan sukses pada tengah malam itu.

Sumber rujukan: 1


Nulis Bersama
Nulis Bersama Ruang berbagi cerita

Posting Komentar untuk "Sendiri Jalan Kaki Menempuh Jarak Jauh"

DomaiNesia