Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Sulitnya Menahan Emosi Saat Berpuasa

Ilustrasi di proyek adalah dokumen pribadi.
Ilustrasi di proyek adalah dokumen pribadi.

Puasa dilakukan dari sebelum terbit sampai dengan terbenamnya matahari bukan sekadar menahan lapar, haus, dan berhubungan bagi suami istri.

Sejatinya, berpuasa adalah laku menahan hawa nafsu seperti dimaksud di atas dan pengendalian diri.

Pemahaman saya hanya secetek itu. Definisi, syarat-syarat, dan rukun yang mesti diikuti dalam berpuasa dapat ditemukan di mesin perambah dan ditanyakan kepada ustadz kompeten.

Tentang kebisaan tidak makan minum dan “nganu” selama waktu ditentukan, bukanlah masalah besar. Itu menyangkut kemampuan fisik, di mana kita masih bisa menahannya.

Namun ihwal yang sulit dikendalikan adalah hal-hal yang tidak kelihatan. Ia bisa meledak tiba-tiba tanpa aba-aba.

Suatu ketika saya secara tidak sengaja bertemu dengan rekan sesama pemborong.

Sekian waktu lalu, kami menjalin kerjasama pemborongan dalam bidang konstruksi. Satu dua kali proyek berjalan lancar. Setelah dipotong biaya-biaya, keuntungan dibagi dua rata. Itu merupakan konsekuensi kerja bareng dan modal kerja berdua.

Persoalan muncul setelah proyek ketiga berjalan. Masalah yang paling nyesek adalah, setoran modal darinya berkurang, lama-lama menghilang.

Uang muka dari pemberi kerja sih ada, tapi itu untuk membayar pembelian material. Pembayaran per-termijn juga ada, tapi itu pencairannya setelah diperiksa kemajuan pekerjaan oleh bohir. Harus siap dengan kecukupan modal, karena ketika semakin tersendat keuangannya, semakin membengkak pula biayanya.

Itulah yang membenahi pikiran saya.

Alhasil, selain pontang-panting menyelesaikan pekerjaan, saya pontang-panting mencari pinjaman jangka pendek.

Setelah proyek beres, walaupun dengan keuntungan minim, teman itu minta bagian. Saya berkeras. Ia ngotot. Kemudian kami berpisah tanpa kata-kata ramah.

Kami bertemu lagi, tidak sengaja, pada bulan puasa. Mengingat kejadian lalu, kami saling mengungkit. Timbullah pertengkaran hebat. Pertengkaran mulut penuh caci maki dan emosi.

Padahal itu semata-mata adalah wujud dari hawa nafsu. Bukan godaan syaitan. Ia muncul dari dalam diri. Artinya, saat itu kami sama-sama tidak mampu menahan hawa nafsu.

Dalam keadaan itu, puasa hanya menjadi ritual pengendalian lapar, haus, dan nganu.

Pengendalian hawa nafsu telah gagal dilaksanakan secara utuh. Gagal pula tujuan dari berpuasa pada bulan penuh berkah.

Maka, jagalah sebaik-baiknya agar mampu dan dimampukan menahan emosi pada saat berpuasa.

Ampunilah aku yang penuh dosa ini, Ya Allah.


Nulis Bersama
Nulis Bersama Ruang berbagi cerita

Posting Komentar untuk "Sulitnya Menahan Emosi Saat Berpuasa"

DomaiNesia