Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Kopi Pagi, Mengaduk Mimpi di Tengah Prahara

Kopi Pagi, Mengaduk Mimpi di Tengah Prahara. Sumber: https://basabasi.co

Selamat pagi, pagi. Kuseduh kopi pagi ini
Pagi-pagi sekali, pagi-pagi buta,
tatkala mentari juga belum beranjak dari lelap.
Dan, juga mimpi yang masih terendap,semalam
di malam yang penuh pekat.

Aku terbangun pagi ini,
ketika mentari pagi belum sempat pula meninggi.
Menyeduh kopi, mengaduk mimpi.
Dan sebatang rokok menghangatkan bibir, 
yang kelu dan peluh,melumat tidur penuh dengkur.
Mengawal lelap yang pengap.

Kopi pagi mengepulkan harum uapnya.
Mengibas angin yang lembab,
oleh butir air mata yang jatuh dari pelupuk.
Dan pagi ini, bulir embun jatuh, 
di reremputan yang semalam terlihat kering dan melapuk.

Menyeduh kopi pagi, mengaduk mimpi semalam,
Lalu meniti hari ini, yang penuh sarat,
semakin berkarat.
dengan segala beban berat
juga rindu yang sekarat.

Berbatang-batang rokok semakin tersulut,
Menemani diri yang semakin tersudut.
Digenapi ampas kopi yang bertumpuk
dalam gelas kehidupan yang pekatnya menumpuk.
Hari ini akan terasa lebih hiruk,
di tengah-tengah guncangan prahara
dunia yang lebih membara.

Aku akan bertenang diri, sembunyi di nikmatnya kopi pagi…
aromanya membungkam api dalam hati..
Nulis Bersama
Nulis Bersama Ruang berbagi cerita

Posting Komentar untuk "Kopi Pagi, Mengaduk Mimpi di Tengah Prahara"

DomaiNesia