Satu waktu terlantun tanya
Masihkah tersisa bulir mega untukku bicara?
Dengarlah, Dia kian lihai membingkai rasa
Pada batas senja menanti ruang asa
Semburat jingga seakan tak rela tuang air mata
Namun, catatan masa berhasil mengurai kisah nyata
Bumiku belum jua usai menyemai benih duka
Jelaga pun masih enggan menyibak riak suka
Berapa lama bilik rindu bertahan?
Bersabarlah!
Hingga jejak tak lagi berkeliaran
Hiraukan jerit tangis garda depan
Coba kita renungkan
Mereka menghadap liang pertempuran
Hanya satu yang dipinta
Sejenak, letak ego kita
Tatap nurani tangguhkan segenap kepentingan
Singkap ambisi yang masih erat bertahan
Taukah, satu kejujuran ungkap sejuta harapan
Biarkan mereka pulang memeluk impian
Langkahku pun terhenti
Saat mata memahat mimpi
Suara dari kolong masa kian meniti sunyi
Menyapa bibir senja, hingga pandemi lenyap dari muka bumi
Niek~
Jogjakarta, 20 April 2020
Mba Niek pintar pilih diksi dan aku suka ☺️
BalasHapusMaturnuwun Mba Dinni, wah ndaklah mba sy masih unyu2 untuk soal diksi, masih belajar dari para suhu๐๐ป, salam hangat dan sehat selalu njih mba๐๐๐ป
HapusAamiin Yaa Allah๐คฒ maturnuwun Pak ketua semoga sehat selalu๐๐๐ป
BalasHapusMaturnuwun Ayah Tuah, salam hormat dan sehat selalu njih, Aamiin๐๐๐ป
BalasHapusTerimakasih Mba Widz, sehat selalu ya Mba๐๐๐ป
BalasHapus