Seri Suara Hati Tenaga Medis | Pilih Yang Mana ? Terserah !
Para tenaga medis di 3 Puskesmas di Kabupaten Kediri yang melaksanakan test swab pada 81 orang hari ini (Jumat, 15-05-2020). Semangat berjuang bersama lawan Covid 19. / foto by dr. Henny
Seri Suara Hati Tenaga Medis | Pilih Yang Mana ? Terserah !
Semakin hari semakin bertambah
Jumlah kasus positif covid 19 di daerah
Hampir semua wilayah menjadi zona merah
Satu persatu wabah menyentuh merambah
Mari kita berpikir dengan logis
Ketika kondisi pasien covid 19 menjadi kritis
Pemulihan dilakukan di Rumah Sakit oleh tenaga medis
Apakah itu cukup sehari dua hari ?
Ooo... tidak sesederhana itu !
Setidaknya tunggu empat belas hari
Sampai hasil swab negatif, barulah kalian beranjak keluar dari pintu
Itu baru menangani satu pasien saja...
Bila pasien positif bertambah banyak bersama-sama
Sepuluh pasien... seratus pasien... seribu pasien...
Mau bagaimana... ???
Pasien positif yang tanpa gejala
Cukup isolasi mandiri di rumah saja
Atau bisa isolasi di desa
Sudah siapkah kalian dengan itu semua ?
Pasien positif dengan kondisi memburuk
Tak mungkin dibiarkan begitu saja terpuruk
Dirawat di Rumah Sakit adalah pilihan teratas
Padahal daya tampung Rumah Sakit terbatas
Jika semua Rumah Sakit penuh sudah
Hendak dirawat di mana lagikah ?
Jika itu menimpa kalian dan kekasih hati kalian...
Masih berkeras hatikah kalian ??
Jika kalian tak ingin wabah ini berakhir ...
Sebarkanlah !
Jika kalian tak mau lagi melakukan physical distancing...
Berkerumunlah !
Jika kalian bosan tinggal di rumah...
Keluarlah !
Mau pilih yang mana...
Terserah !
Mari kita gantian :
Kalian keluarlah !
Tenaga medis cukup di rumah !
Kita tunggu bersama-sama
Siapa yang akan bertahan ?
Siapa yang akan berguguran ?
Kami bukannya marah...
Kami manusia yang juga bisa lelah...
# 15.05.2020
# written by Dewi Leyly
Seri Suara Hati Tenaga Medis | Pilih Yang Mana ? Terserah !
Semakin hari semakin bertambah
Jumlah kasus positif covid 19 di daerah
Hampir semua wilayah menjadi zona merah
Satu persatu wabah menyentuh merambah
Mari kita berpikir dengan logis
Ketika kondisi pasien covid 19 menjadi kritis
Pemulihan dilakukan di Rumah Sakit oleh tenaga medis
Apakah itu cukup sehari dua hari ?
Ooo... tidak sesederhana itu !
Setidaknya tunggu empat belas hari
Sampai hasil swab negatif, barulah kalian beranjak keluar dari pintu
Itu baru menangani satu pasien saja...
Bila pasien positif bertambah banyak bersama-sama
Sepuluh pasien... seratus pasien... seribu pasien...
Mau bagaimana... ???
Pasien positif yang tanpa gejala
Cukup isolasi mandiri di rumah saja
Atau bisa isolasi di desa
Sudah siapkah kalian dengan itu semua ?
Pasien positif dengan kondisi memburuk
Tak mungkin dibiarkan begitu saja terpuruk
Dirawat di Rumah Sakit adalah pilihan teratas
Padahal daya tampung Rumah Sakit terbatas
Jika semua Rumah Sakit penuh sudah
Hendak dirawat di mana lagikah ?
Jika itu menimpa kalian dan kekasih hati kalian...
Masih berkeras hatikah kalian ??
Jika kalian tak ingin wabah ini berakhir ...
Sebarkanlah !
Jika kalian tak mau lagi melakukan physical distancing...
Berkerumunlah !
Jika kalian bosan tinggal di rumah...
Keluarlah !
Mau pilih yang mana...
Terserah !
Mari kita gantian :
Kalian keluarlah !
Tenaga medis cukup di rumah !
Kita tunggu bersama-sama
Siapa yang akan bertahan ?
Siapa yang akan berguguran ?
Kami bukannya marah...
Kami manusia yang juga bisa lelah...
# 15.05.2020
# written by Dewi Leyly

Hiks.. semoga selalu sehat mbak Dewi dan para tenaga medis.
BalasHapusSalam.hangat
Amin.
HapusTerimakasih Ari.
Terima kasih mas Fery.🙏
BalasHapusSemoga tenaga medis sehat dan diberi kekuatan oleh Allah, masyarakat semakin sadar serta corona ini cepat berlalu aamiin
BalasHapusSemoga kita semua di beri kesehatan☺️
BalasHapusAmin. Amin. Amin🙏🙏🙏
HapusTerimakasih mba Dewi dan paramedis🙏🏻, semoga lelah menjadi berkah
BalasHapusKami rela di rumah menahan penat
Yg penting semua kembali sehat
Aamiin🤲
Amin.
HapusSemoga wabah ini segera berlalu.
Nggih pak Bidi.
BalasHapusTerima kasih.🙏
Lha iyo mbak Dinn.
BalasHapusKalau bersama berjuang, ayooo !!!
Semoga mbak leyli dkk selalu sehat lhr dan btn ya
BalasHapusThank you for your dedication mba. Tetap semangat yaa...
BalasHapus